Puisi (3) Based On Story (2) Cerpen (1)
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 November 2011

Puisi : AKU, CINTA, DAN IBU

by Divin Nahb on Friday, November 12, 2010 at 2:33pm

Hanya dengan menutup mata
Sebentuk bayang terlukis
Sewangi mawar menguar

Itulah kau
Ibu…

Meski wajah tak lagi segar seperti dulu
Meski tubuh kini kian menipis
Dan hari semakin mencatat usia

Kau selalu mengembara di seluas aku
Peluh-peluh di sekujur tubuh,
            membasahi dahaga jiwa ini  

Bagai puisi cinta yang tak lelah mengurai
Bait dan rima, kau merangkai kata

Lalu, diksi apa lagi untuk mencipta diantara kita?
Aku, cinta, dan kau… ibu…

Studio ALDINO, 06 Nopember 2010

Senin, 28 November 2011

Puisi : Pelangi untuk Mamah....

by Yessica Edi Daryanto on Sunday, July 17, 2011 at 5:39pm

ada gemetar
dalam debar
yang membuat nanar
hingga deras rinai
tak tertahan
larut dalam sujud dan doa padaNya

ketika menatap senyum
indah dari wajahnya
mengapa mata ini memanas?
bahagia, haru ataukah sedih?
bila tau, suatu saat akan meninggalkannya

ingin kuberi sejuta senyum untuknya
biar tak ada airmata mendera
biar hanya bahagia menaungi hari-harinya

Mamah,
peri kehidupanku
jiwa yang selubungi tubuhku
cinta indah penyemangat hidupku

Mamah,
jika, mampu kuberi seribu pelangi
ingin ku lengkungkan semua itu untukmu
biar indahnya menemanimu
meski ku tau, tak mungkin ku lakukan itu...
ingin aku menjadi pelangi terindah untukmu mamah...
yang kan selalu membuat hidupmu penuh warna....
walau pada akhirnya hadirku takkan lama....
tetapi, kan kupastikan....
hadirku akan berguna untukmu mamah....

Mamah,
meski aku bukan mentari
yang kan selalu hangatkan hatimu
meski bukan bulan
yang kan terangi malam gelapmu
biarkan aku menjadi pelangi
yang lukiskan segala keindahan
setelah derasnya hujan, petir, dan badai...

Mamah,
walau nyawa ini kuberi...
tak kan mampu...
menjadi pengganti cintamu untukku..

Ya Tuhan, Ya Allah...
Maha Penguasa seisi Alam.
genggam erat mamahku dalam kasihMu
terangi hidupnya dengan sinar rahmatMu
Jagalah ia,
sayangilah dirinya....
inilah permohonan besar seorang gadis berlumur dosa....
jangan biarkan airmata membasahi mata dan pipinya....

_doa dalam kesunyian_

Puisi : Tanpa Judul yang Kesekian

by Princess Shakilaraya on Tuesday, October 11, 2011 at 2:09pm

Sungguh pun senja mulai bertahta
Temaram namun tak lagi jingga
Entah tak temukan lagi keremangan yang tak saratkan gelisah tak berkesudahan
Ternoktah selaksa kata tidak yang bergumul dengan kata entah

Memang hanya kata
Namun kata yang bukan tanpa makna
Suguhkan isyarat entah penuh kata tidak
Lantas harus keentahan seperti apa?

Lihatlah,
Senja kian murung
Lembayung pun terkurung
Mengarak mendung yang bergulung
Sore ini hati sungguh sangat berkabung

Jengah.

Kamar Pesantren
05.37 pm
Lagi Sumpek.